Keep Me in Your Side
Sore
itu, di ladang yang gersang dengan suara kicauan
burung, menyesatkan seorang gadis yang begitu cantik, ia menggunakan dress panjang berwarna coklat. Tampak berlari menjauhi sesuatu dengan wajah yang
ketakutan, gelisah dan sedih. Dia terus berlari hingga terdengarlah suara
bisikkan pada telinganya.
“Aku
adalah jiwa perubahan, tapi kau tidak mampu berubah menjadi lebih baik. Kau terlalu
terbuai dengan kesenangan dunia ini. Lebih baik aku pergi!”
Maka
sedikit demi sedikit jiwa perubahan itu menghilang dan pergi dari dalam tubuh
gadis itu.
Wajah
gadis itu semakin ketakutan dan berusaha menghindar dari suara yang
bisikan itu dengan terus berlari. Ketika ia berlari tiba-tiba Jiwa Iman keluar
dari tubuhnya. Jiwa Iman dengan wajah menyesal dan marah hanya melihat kearah gadis yang sedang berlari menjauhinya.
“Aku
adalah iman. Aku tidak berguna lagi. Kau tidak mengenalku. Beribadahpun tidak
pernah tepat waktu. Kau hanya mementingkan hobimu dan kesenangan duniamu. Untuk
itu aku tidak baik lagi berada disampingmu.”
Suara
Iman itu semakin menjauh dan menghilang.
Setelah
merasa lari cukup jauh gadis tersebut berhenti dari larinya. Tampak sungguh
kelelahan, tetapi masi merasa gelisah dan ketakutan. Tak di lihatnya Jiwa Cinta
berada tepat di hadapannya sambil berkata
“Aku
adalah Jiwa Cinta. Aku tidak bisa berada disampingmu lagi. Karena kamu hanya
mencintai kekasihmu. Terkadang kamu tidak menyadari orang-orang yang sungguh
mencintaimu adalah Tuhanmu dan keluargamu.”
Tanpa
menunggu waktu lama, Jiwa cinta itu menghilang.
Senja
pun hampir habis di makan gelpanya malam.
Gadis
itu semakin merasa tidak tenang dalam hidupnya, merasa sendiri, kesal dan
gelisah. Lalu ia menjatuhkan diri ke tanah, berlutut sambil menangis. Ia menutupi
telinganya karena merasa ketakutan atas bisikan jiwanya. Memandang langit, sambil
menangis dan berteriak
“Apa
yang terjadi?? Kalian harus tetap disampingku. Aku takuuuuut. Aku tidak ingin
sendirian.”
Gadis
itu menangis tersedu-sedu.
Seketika
terlihat Jiwa Harapan sedang melihat gadis itu jauh di belakangnya. Lalu ia berjalan
mendekati dan berdiri tepat di
sampingnya sambil menatap wajah gadis itu yang sedang menangis. Kemudian
berbicara kepadanya
“Jangan
takut, jangan menangis. Selama aku masih berada disampingmu, kita bisa membuat mereka
kembali. Aku adalah harapan”
Lalu
Jiwa Harapan memeluk dan memasuki tubuh gadis itu. Dan terlihat gadis itu
menangis penyesalan apa yang telah ia perbuat hingga jiwa perubahan, iman, dan
cinta menghilang dari hidupnya.

Hey gadis , ..
BalasHapusDunia tidak seindah dania !!